Tuesday, July 31, 2018

PONDOK TAK BOLEH MATI


PEMBUKAAN PEKAN PERKENALAN KHUTBATUL ‘ARSY
PONDOK PESANTREN MODERN MANAHIJUSSADAT
1439 H / 2018 M
Senin, 23 Juli 2018

“PONDOK TAK BOLEH MATI”



Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (APPKA) kerap menyimpan banyak inspirasi. Dari sana terkandung sejumlah referensi untuk dijadikan sumber tulisan, kendati saban tahun apa yang disampaikan selalu sama isinya. Tetapi dalam catatan pelaksanaan PPKA 2018 ini sangat khidmat dan menggetarkan hati, terutama khutbah yang disampaikan Pengasuh Ponpes Manahijussadat KH Sulaiman Effendi. Namanya juga Khutbatul Arsy ya sudah semestinya bahwa kekuatan kegiatan ini subtansinya ada di isi khutbah mudirul ma’had yang wajib didengar dan dirasakan maknanya oleh semua santri. Sementara kegiatan atraksi dan penempilan santri adalah pelengkap yang merupakan implementasi dari apa yang disampaikan oleh pimpinan pondok.


Apa gerangan isi khutbah pagi tadi yang paling menggetarkan hati? Simak baik-baik dan rasakan vibrasi kata-katanya. Kehidmatan dan daya ledaknya ada di akhir khutbah. Sambil menahan tangis, nadanya tinggi menembus ke udara dan lubuk hatinya pun bergetar. Dengan lantang beliau bilang begini; “Walau saya mati, tapi perjuangan tak boleh mati,. Walau Sulaiman mati perjuangan tak boleh mati. Saya boleh mati tapi pondok tak boleh mati!”


Di depan kantor di atas meja tangan saya berhenti menulis, menunduk haru. Ada tangis yang tertahan di sudut mata saya. Sementara pulpen dan kertas putih menjadi saksi merekam untai-untaiannya yang mendebarkan sekaligus memikat hati yang mendengarnya. Demikian bila yang datang dari hati akan berjumpa di hati.


Apa yang disampaikan beliau tidak lepas dari apa yang diuraikan sebelumnya. Di awal sambutanya Pimpinan pondok mengajak kita untuk bersyukur kepada Allah atas pencapaian dan perkembangan pondok. Acara PPKA tahun ini kata beliau serupa apa yang pernah dirasakannya 40 tahun silam saat beliau mondok di Gontor.




"Sewaktu mondok di Gontor Kiai saya mengatakan “Why you come to London If London come to you,“ katanya.
Sekarang, lanjut KH Sulaiman, kehadiranya di acara Perkenalan Khutbatul Arsy seperti berada di pondok Darusalam Gontor. “Why you come to Gontor If Gontor come to you,” ujarnya. Itu maknanya kenapa harus belajar ke Gontor jika apa saja yang ada di Gontor bisa dipelajari di Manahijussadat.
Beliau juga memaparkan tujuan dilaksanakannya PPKA agar santri baru mengenal apa itu pondok, apa itu system pendidikan pondok. Realitanya tidak sedikit orang yang keliru menilai pesantren. Sebagian ada yang mengatakan pesantren itu identik dengan sarung, peci dan ngaji kitab kuning.
“Menilai pondok pesantren itu jangan seperti orang buta meraba gajah,” katanya.
KH Sulaiman menegaskan agar santri jangan terburu-buru menilai pesantren dengan kesimpulan yang tidak benar. Alangkah kelirunya jika santri baru 1 dan 3 hari di pondok sudah berani menilai pondok itu makannya tidak enak, kegiatannya serba antre.
“Padahal hidup di pesantren bukan sekadar untuk makan, tetapi makan untuk hidup agar bisa beribadah dan berjuang. Jika hidup kita untuk makan maka tak ubahnya kita dengan sapi,” tegasnya.
Agar bisa menyimpulkan apa itu pondok pesantren, KH Sulaiman mengajak agar santri jangan berhenti sebelum mendapakan ijazah. “Jika kalian belum betah seminggu, cobalah sebulan. Jika masih belum betah juga sebulan, cobalah setahun. Jika masih belum betah juga setahun coba dua tahun, ......Jika kalian belum betah juga lima tahun cobalah enam tahun,” uajarnya memotivasi.



Di pondok santri akan dibekali ilmu dan keterampilan. Namun yang lebih penting santri harus memiliki mental yang kuat. Agar tidak gamang meraih masa depan dan bermanfaat bagi orang banyak seperti yang telah dilakukan oleh para pejuang dan ulama.
“Raih cita-cita setinggi-tingginya. Hidup sekali hiduplah yang berarti. Apa yang bisa kau perbuat untuk pondokmu. Apa yang bisa kau perbuat untuk negaramu,” imbuhnya.


Karena itu, lanjut KH Sulaiman, keberadaanya di Banten ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas yaitu dengan merintis pondok pesantren yang harus terus diperjuangkan hingga akhir hayat.
“Walau saya mati, tapi perjuangan tak boleh mati,. Walau Sulaiman mati, perjuangan tak boleh mati. Saya boleh mati, tapi pondok tak boleh mati!” pungkasnya.(Yudi).





Monday, July 30, 2018

PPSB Pontren Manahijussadat Melayani Setulus Hati


PANITIA PENERIMAAN SANTRI BARU (PPSB) 2018-2019
PONDOK PESANTREN MODERN MANAHIJUSSADAT
CIBADAK RANGKASBITUNG KAB. LEBAK – BANTEN

PPSB Pontren Manahijussadat Melayani Setulus Hati
 Melayani Setulus Hati, demikian moto Panitia Penerimaan Santri Baru (PPSB) tahun ajaran 2018. Peningkatan pelayanan prima dan terpadu diterapkan PPSB dengan melibatkan sebagian dewan guru dan para santri senior guna menyambut kedatangan para santri baru.

Pada Ahad (15/7/2018) para santri baru sebanyak 208 orang tiba di pondok. Selain menitipkan anak ke Pondok, kehadiran para wali santri juga menjadi ajang silaturahmi dengan dewan guru dan pengasuh Pondok Pesantren. Karena itu kedatangan orangtua santri layaknya tamu yang harus dimuliakan dan dijamu dengan pelayanan sepenuh hati.
Sistem pelayanan model ini merujuk pada sabda nabi “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam”. [HR. Bukhari].

Moto “Melayani Setulus Hati” diimplementasikan sejak kali pertama orangtua santri baru tiba di Pondok. Mereka disambut dengan ramah oleh para petugas dari kalangan santri senior. Kemudian orangtua santri juga diantar ke tempat registrasi. Di lokasi pendaftaran ulang itu segala kebutuhan santri dipenuhi, seperti seragam, kasur dan lemari. Para santri dan santriwati terdiri kelas 5 dan 6 taksegan mengulurkan tangan untuk membawa segala barang kebutuhan santri itu ke asramanya masing-masing.

Setiba di asrama, para wali santri disambut oleh masing-masing ketua kamar. Pada saat itu juga ketua kamar mengenalkan diri kepada para orangtua santri, bahwa merekalah yang akan membimbing dan mengayomi anak-anak selama berada di asrama. Tidak sedikit dari kalangan para orangtua yang kemudian menitipkan anak-anaknya kepada ketua kamar.

Ketua PPSB Ustazah Siti Bayinah mengungkapkan paradigma melayani setulus hati sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena kehidupan di pesantren sudah diajarkan tentang adab/akhlaq memperlakukan tamu dengan sebaik-baiknya.
 

“Jadikanlah setiap apa yang kita kerjakan dalam kehidupan hanyalah berorientasi untuk pengabdian kita kepada Pencipta kita dan pelayanan kepada orang lain. Kesadaran ini, dapat menjadikan pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan kepada orang lain,”ungkapnya.

Muhammad Hammas Al-aziz santri kelas 5 menuturkan dirinya mengaku senang bisa membantu wali santri baru. “Saya takmalu mengangkat barang-barang wali santri. Ini tugas mulia,” katanya.
Hal senada juga dialami Rizka Shofaira kelas V IPS. Ia membantu membawa perlengkapan kebutuhan santri baru, seperti kasur, tas, ember dan lain-lain. “Saya senang bisa bantu wali santri. Karena dulu waktu saya masuk pesantren, orangtua saya juga dibantu sama kakak kelas," tuturnya.

Selain itu, pengasuh Pondok Drs KH Sulaiman Effendi, M.Pd.I menegaskan bahwa keterlibatan para santri dan santriwati membantu kelancara PPSB sama sekali tidak bertujuan untuk memperkerjakan mereka, tetapi semata-mata untuk kepentingan pendidikan.
“Para santri dan santriwati yang membantu kelancaran PPSB dan menyambut kedatangan wali santri baru merupakan implementasi akhlaqul karimah yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan,” tandasnya. (*/Yudi)




Saturday, February 24, 2018

Pembekalan Amaliyah at-Tadris Santri Akhir Angkatan ke-18

Pembekalan Amaliyah at-Tadris Santri Akhir Angkatan ke-18
Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak
Rangkasbitung Kab. Lebak – Banten
Sabtu, 24 Februari 2018

Bertempat di Masjid Ar-Rahman Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Rangkasbitung Kab. Lebak Prov. Banten, agenda Majlis Panitia Penyelenggara Ujian (MPPU) kelas 6 tahun pelajaran 2017-2018 hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2018 mengadakan pembukaan sekaligus pembekalan Amaliyah at Tadris oleh Ust Hasan Asy'ari, S.Pd.I, M.Pd. Pembukaan yang sedianya oleh Pimpinan Pondok Drs. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I. Namun karena beliau berhalangan, maka diiisi oleh Direktur Tarbiyatul Mu’alaimin Al-Islamiyah (TMI) Pontren Manahijussadat Al-Ustadz Hasan Asyari, S.Pd.I, M.Pd.

Dalam pembukaannya, Al-Ustadz Hasan Asyari, S.Pd.I, M.Pd menjelaskan dan memaparkan tata cara membuat I’dad muthola’ah, nahwu, dan fiqih. I’dad memiliki pengertian persiapan. Membuat I’dad berarti membekali diri dengan persiapan yang dibutuhkan untuk melakukan sesuai supaya mendapat hasil yang maksimal.

Sebagai contoh, guru sebelum mengajar, membuat I’dad. Juga sebelum ceramah, membuat I’dad, bahkan sebelum menyambut tamu pun kita membuat I’dad. Ibaratnya I’dad adalah panduan atau persiapan supaya kita tidak tersesat. Jadi kita tidak pernah menganut sistem “asal jadi” atau “yang penting jadi”.


Ada kutipan dari KH. Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, atau yang akrab dipanggil Pak Zar itu, “Seandainya mereka mengetahui persiapan saya yang sangat luar biasa, maka mereka tidak akan pernah heran dengan hasilnya. Jika kalian hendak berpidato tanpa persiapan yang matang, maka kalian adalah orang sombong dan orang sombong tidak akan sukses”. Demikian betapa pentingnya I’dad itu khususnya bagi seorang santri.



Training Talent and Career Mapping Santri kelas VI angkatan XVIII

Training Talent and Career Mapping Santri kelas VI angkatan XVIII
Bersama : Ferdinal Lafendry 
(Assesor Pedagogis Gerakan Indonesia Mengajar)
Kamis, 22 Februari 2018


Pada hari Kamis, 22 Februari 2018 bertempat di Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Rangkasbitung Kab. Lebak, Great Teacher Ferdinal Lafendry memberikan pembekalan Training motivasi untuk santri akhir kls 6 Tarbiyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI) Manahijussadat angkatan ke XVIII (Delapan belas).


Acara yang penuh keceriaan, kehangatan, interaktif dan variatif ini berhasil membangun semangat santri akhir Pondok Pesantren Manahijussadat yang tinggal hitungan bulan mereka akan menjadi alumni. Dengan pembekalan ini diharapkan santri mempunyai bekal terutama motivasi untuk bekal mereka di luar sana.

Sekilas, Siapa Ferdinal Lafendry?

Beliau adalah seorang Great Teacher Trainer, Praktisi pendidikan, dan Dosen. Pengalamannya dalam menangani pelatihan guru membuatnya ingin melatih guru-guru untuk menjadi guru terbaik yang berkarakter trainer merupakan cita-citanya. Ferdinal Lafendry lulusan Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatulullah, MM UMJ dan sekarang sedang melanjutkan studi di Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Konsentrasi Pendidikan Islam.


TEMPA (Training Mentoring Program) adalah bimbingan berkelanjutan untuk membantu para trainer dalam mendesign merek diri, menciptakan modul masterpirce, memoles kemampuan delivery dan membangun strategi pemasaran, hingga akhirnya mampu tampil berkelas di atas kebanyakan trainer lainnya. Alhamdulillah sudah launching sebagai “great teacher trainer” dan salah satu alumni dari TEMPA.
Ferdinal sebagai Trainer dan Konsultan pendidikan berpartner dengan care4Kids Indonesia. Beliau juga merupakan nara sumber di PT. Penerbit Erlangga dengan spesialisasi pelatihan, bimbingan, dan motivasi untuk para Pendidik. Sebagai Asesor Pedagogis Gerakan Indonesia Mengajar dan Penulis Buku SuksesMulia is My Life Masuk rekor MURI 24 jam Trainer Nulis Buku dengan penulisan buku oleh Trainer Terbanyak.





Study Banding Organisasi Pelajar Pesantren Riyadussholihin Al-Izzah Serang ke Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak

Study Banding Organisasi Pelajar Pesantren Riyadussholihin Al-Izzah Serang ke Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak
Kamis, 22 Februari 2018

Hari Kamis, 22 Februari 2018 sekira pukul 09.00 Pontren Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak mendapatkan kepercayaan dari lembaga pendidikan boarding lainnya. Hal ini menandakan bahwa Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak dianggap mempunyai kelebihan dan kompetensi dalam hal pendidikan, kedisiplinan, organisasi, akidah akhlak, kemandirian, tanggungjawab, dan lain-lain.

Suatu kehormatan mendapat kunjungan (study banding) dari Pontren Terpadu Riyadussholihin Al-Izzah Kp. Pelawad Tegal Ds. Pelawad Kec. Ciruas Kab. Serang Prov. Banten. 
Dengan tujuan study banding Organisasi Pelajar Pesantren Riyadussholihin Al-Izzah, diharapkan mendapatkan dan saling berbagi ilmu. Dengan jumlah santri 19 orang (semuanya santriwan) dan guru pembimbing 6 orang, langsung diterima dengan hangat dan penuh kekeluargaan dikediaman Pimpinan Pontren Modern Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak, Drs. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I.


Dalam sambutan penerimaannya, Drs. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I mengucapkan selamat datang dan menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Pondok Pesantren Manahijussadat, sehingga dijadikan acuan untuk study banding Organisasi Pelajar Pesantren Riyadussholihin ke Organisasi Pelajar Pesantren Manahijussadat (OPPM).

Dan dalam sambutan dari Pondok Pesantren Terpadu Riyadussholihin Al-Izzah Serang oleh Mudir Drs. K. Asmuni, M.Pd, mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan kegembiraannya dalam menerima kedatangan santriwan dari Pondok Pesantren Riyadussholihin Al-Izzah, semoga mendapatkan ilmu dari apa yang telah dilakukan dalam study banding ini.

Dalam acara yang penuh kekeluargaan dan kehangatan ini, tak lupa Pondok Pesantren Terpadu Riyadussholihin Al-Izzah memberikan kenangan-kenangan kepada Pondok Pesantren Modern Manahijussadat, dan begitu juga sebaliknya.


Diakhir kunjungan santriwan dari Organisasi Pelajar Pesantren Riyadussholihin Al-Izzah  mengadakan mengadakan pertandingan persahabatan futsal untuk lebih mempererat tali silaturahim. Dan dimenangkan oleh tim dari Pondok Pesantren Modern Manahijussadat.

Saturday, February 17, 2018

Akal Dan Ilmu

Akal Dan Ilmu
Oleh: Ma'zum, S.Pd


Tulisan berikut merupakan intisari dari Khutbah Drs.KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I. Jum'at, 16 Februari 2018 M di Masjid At-Ta'awun, Pondok Pesantren Modern Manahijussadat. Dengan sedikit penambahan yang menyesuaikan dengan kaidah penulisan. Namun tidak mengurangi esensinya.

Manusia yang memiliki akal, tidak lengkap jika tidak memiliki ilmu. Sebagaimana Allah Swt. Menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Maka, bagi akal pasangannya adalah ilmu. Lelaki yang belum memiliki pasangan, tidak lengkap hidupnya. Begitupun dengan sebaliknya.

Untuk itu, dalam perjalanan mencari ilmu perlu kiranya seorang memperhatikan perkataan Sahabat Nabi Muhammad Saw. yang disebut sebagai Gerbangnya Ilmu, yakni Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu. Beliau Kw, pernah mengatakan, "Wahai Saudaraku, kamu tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal:

1. Zaka, kecerdasan.
2. Hirsun, rakus terhadap ilmu.
3. Ijtihad, bersungguh-sungguh.
4. Suhbatu Ustazin, bergaul dengan guru.
5. Dirham, bekal.
6. Tulu zaman, waktu yang panjang."

Zaka, kecerdasan. Insya Allah, kita semua yang ada di sini diberikan kecerdasan oleh Allah Swt. Dan kecerdasan adalah tolok ukur utama untuk mendapatkan ilmu.

Hirsun, rakus terhadap ilmu. Seseorang yang menuntukt ilmu harus memili rasa keingintahuan yang besar. Sebagaimana dalam bahasa arab, penuntut ilmu disebut sebagai thalib. Dan kata murid, berasal dari kata dasar aroda-yuridu, fahuwa muridun. Yakni orang yang ingin (terhadap ilmu).


Ijtihad, bersungguh-sungguh. Karena menuntut ilmu butuh kesungguhan dan bekal untuk mencapainya.

Suhbatu Ustazin, bergaul dengan guru. Yakni seharusnya bagi seorang murid untuk bersikap yang baik terhadap guru. Tidak seperti saat ini yang telah terjadi banyak pelanggaran, hingga berujung pada pembunuhan terhadap guru. Saya yakin dan haqqul yakin, siswa yang seperti ini tidak berkah ilmunya.


Tulu zamanin, waktu yang panjang. Sebagaimana santri yang dididik di Pondok Pesantren, dalam perjalanan menuntut ilmu butuh kesabaran. Termasuk kesabaran dari   para wali santri yang menjenguk dan mengantarkan anaknya.

Saturday, February 10, 2018

Soft Launching Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah El-Manahij

Soft Launching Koperasi
Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah “El-Manahij”
Di Pontren Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak
Jum’at, 09 Februari 2018


Pendirian LKM Syariah merupakan bagian dari program inklusi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengikutsertakan tokoh panutan seperti ulama pengasuh pesantren sehingga  diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan kepada masyarakat kecil.

Dan Alhamdulillah untuk wilayah Kabupaten Lebak, OJK memberikan kepercayaan kepada Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Cibadak Kab. Lebak untuk mengelola keuangan dari OJK atas kerjasama dengan Lazis Bank Syari’ah Mandiri (BSM).


Lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat. Lembaga keuangan mikro ini berupaya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dan juga usaha mikro, kecil dan usaha menengah. Sedangkan lembaga keuangan syariah merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengatur aturan-aturan didalam ekonomi Islam. Lembaga keuangan mikro syari’ah ini dalam setiap melakukan transaksi tidak pernah mengenakan bunga, baik pada saat menghimpun tabungan investasi masyarakat ataupun dalam pembiayaan bagi dunia usaha yang dibutuhkan. Dengan adanya lembaga keuangan mikro syariah ini sangat membantu khususnya bagi kaum muslim untuk terhindar dari bunga yang menyebabkan terjadinya riba.


Dalam acara soft launching pada hari Jum’at tanggal 09 Februari 2018 sekira pukul 14.00 setempat dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Manahijussadat Drs. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I, Kepala OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten Bapak Bambang Widjanarko, Bapak Ahmad Buchori, selaku Advisor Strategic Committee dan Pusat Riset Bidang Pengembangan Keuangan Syari’ah sekaligus Project Leader Bank Wakaf Mikro, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kab. Lebak Bapak Drs. H. Babay Imrony, M.Si, Kepala Desa Pasarkeong, Polsek Cibadak, tokoh masyarakat sekitar pondok, para pengurus dan anggota LKMS dan para nasabah yang tergabung dalam kelompok.


Dalam sambutannya, Pimpinan Pontren Manahijussadat menghaturkan terima kasih kepada Kepala OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten atas kepercayaan pada pondok dengan berdirinya lembaga keuangan mikro syari’ah. Juga terima kasih yang tak terhingga kepada Bupati Lebak Ibu Hj. Iti Octavia Jayabaya, SE, MM atas pemilihan Pontren Manahijussadat atas pilot project LKMS yang pertama di Kabupaten Lebak. Selain pemberdayaan ekonomi mikro, para kelompok yang mendapat pinjaman/bantuan juga diberikan pembinaan, bahkan dalam setiap pertemuan selalu diadakan pengajian untuk menambah ilmu agama.

Sedangkan Kepala OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten Bapak Bambang Widjanarko, dalam sambutannya, program ini berdiri karena sama-sama untuk masyarakat sekitar di pondok dalam pemberdayaan ekonomi.

Bapak Ahmad Buchori, selaku Advisor Strategic Committee dan Pusat Riset Bidang Pengembangan Keuangan Syari’ah sekaligus Project Leader Bank Wakaf Mikro, dalam sambutannya, mengapa pondok pesantren yang dipilih? Karena pondok pesantren sudah teruji mempunyai kepedulian. Dan juga bisa mengawasi tepat sasaran, juga menambah ilmu terutama ilmu agama, juga mengemban amanah, nasabah harus jujur dan tepat waktu.


Sedangkan Bapak Drs. H. Babay Imrony, M.Si, selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengepresiasi berdirinya LKMS di Pondok Pesantren Modern Manahijussadat khususnya di Kp. Serdang Ds. Pasarkeong, karena selain untuk pemberdayaan ekonomi umat skala mikro, tapi juga menghilangkan sedikit demi sedikit praktik riba yang selama ini terjadi di tengah-tengah masyarakat. Juga menyampaikan permohonan maaf dari Ibu Bupati Lebak yang berhalangan hadir dikarenakan ada sesuatu hal.


Selepas acara sambutan, penyerahan berkas-berkas yang berkaitan dengan operasional LKM Syari'ah, dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita tanda resmi dibukanya operasional LKMS di kantor Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (LKMS) El-Manahij yang ada di dalam lingkungan pondok yang dilakukan oleh Kepala OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten Bapak Bambang Widjanarko, dan dilanjutkan melihat-lihat kantor/gedung LKMS. Dan terakhir ramah tamah di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat yang juga sebagai Ketua LKMS El-Manahij.